tulisan

Minggu, 30 Oktober 2011

manusia dan penderitaan

nama : apsari swasti pradipta
kelas : 1PA09
NPM : 11511035


Manusia dan Penderitaan
1) Makna Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Derita adalah menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan. Yang termasuk penderitaan adalah kelaparan , kesengsaraan, kekenyangan, kepanasan.dalam al-quran juga banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan tetapi umumnya manusia kurang prihatin terhadap situasi tersebut sehingga manusia mengalami penderitaan.
Manusia dalam kelangsungan hidupnya harus mengahadapi alam , masyarakat dan lingkungan sekitar dan satu hal yang harus selalu di ingat bahwa kita tidak boleh melupakan tuhan karena apabila kita melalaikan tuhan maka manusia akan mendapat penderitaan. Contohnya orang sudah berkeluarga.
Banyak kasus penderitaan di dalam kehidupan. Banyak sekali kasus penderitaan yang sesuai dengan lika-liku kehidupan . contohnya dalam cerita ramayana dan cerita rama dan shinta, dan banyak lagi kasus tki yang di hukum mati si arab saudi karena ulah majikan nya tetapi lagi lagi tki di salahkan tanpa mengadakan sidang terlebih dahulu dan memberlakukan hukum pancung yang tidak seharusnya terjadi kepada para pahlawan devisa seperti mereka.

Kesimpulan :
Penderitaan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan , nasib buruk tidak dapat di tolak mau tidak mau harus kita terima dengan apa adanya.kasus penderitaan bermacam-macam sesuai lika-liku kehidupan, namun penderitaan yang di alami oleh orang dulu tidak kalah hebat dengan penderitaan di jaman teknologi canggih seperti sekarang.
Di jaman teknologi banyak bencana atau penderitaan yang menimpa,khususnya negara indonesia,seperti tanah longsor,kelaparan,gempa bumi,gunung meletus. Di waktu yang sesingkat itu,rasa simpatik dari berbagai penjuru bermunculan dalam bentuk sumbangan berupa uang,makanan,obat-obatan dan pakaian.di harapkan dengan kita mempelajari tentang makna penderitaan ini kita dapat merasakan penderitaan orang di sekitar kita. Dan juga bermanfaat untuk menambah wawasan dan penalaran.
2) Makna siksaan
Berbicara tentang siksaan membuat kita teringat akan surga dan neraka. Seperti firman dalam kitab Allah,banyak sekali surat yang menyatakan tentang siksaan. Ada berbagai jenis siksaan bagi orang-orang yang musyrik,syirik,memfitnah,mencuri,menelantarkan orang miskin,makan harta anak yatim. Terbayang oleh kita bagaimana mengerikannya bahkan kita bisa merasakan bulu kuduk kita merinding. Coba bayangkan seandainya seseorang yang tinggi besar,kokoh,kuat dan muka yang seram sedang menunggu giliran untuk di cambuki,orang yang memegang batang besi untuk mencopot kuku orang yang ingin di siksa. Mungkin si penyiksa tidak merokok,namun rokok tersebut di gunakan untuk menyundut semua seluruh tubuh orang yang ingin di siksa.
Siksaan dapat berupa siksaan hati,siksaan badan yang dilakukan orang lain. Siksaan ini banyak di tuangkan dalam film atau novel. Dengan adanya hasil seni tersebut yang berupa siksaan kita dapat mengambil hikmahnya,karena itu kita harus dapat menilai arti manusia,harga diri,kejujuran dan ketakwaan, dan juga harus menghindari nafsu yang dikuasai oleh setan. Oleh karena itu,manfaat kita mempelajari makna siksaan,agar kita dapat menilai diri kita sendiri dan sejauh mana katakwaan kita.
3) Makna rasa sakit
Rasa sakit di rasakan oleh orang yang sedang sakit,rasanya sangat tidak enak. Diantaranya sakit perut , sakit gigi dan sakit hati. Sakit hati selalu di sebabkan kesal, jengkel,marah terhadap orang yang kita kasihi. Tua muda kaya miskin pintar bodoh dan dokter sekalipun tidak mampu menghindar dari penyakit.rasa sakit tak dapat kita pisahkan karena sudah menjadi satu kesatuan dri kehidupan manusia. Penderitaan , siksaan merupakan sebab akibat terjadinya rasa sakit.
Rasa sakit dalam pengalaman hidup ada 3 macam : sakit hati , sakit syaraf, sakit jiwa.sakit hati dapat membuat orang menjadi terus berfikir dan dapat menjadikn dirinya menderita penyakit fisik contoh nya adalah menjadi buah bibir tetangganya. Namun adanya sakit itu juga ad hikmahnya diantaranya: menyuruh kita agar lebih dekat lagi dengan tuhan yang telah menciptakan kita.

Sumber : Buku ilmu budaya dasar (Drs. Joko Tri Prasetyo, dkk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar