nama : apsari swasti pradipta
kelas : 1PA09
npm: 11511035
Konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan
Pendekatan kesuastraan
Ilmu budaya dasar yang mulanya berasal dari bahasa inggris “the humanities” , dari bahasa latin “humanus” yang berarti manusia , jadi ilmu budaya dasar berkaitan dengan nilai manusia yaitu nilai humanus, dengan belajar ilmu budaya dasar kita dapat menjadi manusia yang lebih halus dan lebih berbudaya.
seni terutama sastra memegang peran penting dalam “ the humanities” karena merupakan ekspresi dari nilai-nilai kemanusiaan dan dapat di sandingkan dengan cabang the humanities terdapat dalam filsafat.
Seni merupakan ekspresi yang tidak normatif namun lebih mudah di gunakan untuk berkomunikasi .nilai-nilai yang di gunakan lebih fleksibel , baik secara isi maupun penyampaian nya . sastra yang hakekatnya merupakan penjabaran abstraksi.
Ilmu budaya dasar yang di hubungkan dengan prosa
Prosa merupakan cerita rekaan yang di dalamnya terdapat unsur alur, tokoh, pemeran, dan di hasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesuastraan kita mengenal 2 macam prosa yaitu prosa lama dan prosa baru :
Prosa lama di antaranya :
1) Dongeng
2) Hikayat
3) Sejarah
4) Epos
5) Cerita pelipur lara
Prosa baru diantaranya :
1) Cerpen (cerita pendek)
2) Roman/novel
3) Biografi
4) otobiografo
5) kisah
nilai – nilai dalam prosa fiksi
nilai nilai yang diperoleh si pembaca lewat sastra :
1) nilai yang membawa kebahagiaan
2) nilai yang dapat memberikan informasi
3) nilai yang memberikan warisan kultural
4) nilai yang dapat memberikan keseimbangan wawasan.
Ilmu budaya dasar yang di hubungkan dengan puisi
Puisi merupakan pengalaman jiwa seorang penyair mengenai alam , tuhan san sebagainya yang di ungkapkan dalam bahasa artistik yang utuh dan padat kata-katanya . puisi juga merupakan media pembelajaran yang terdapat dalam ilmu budaya dasar . kepuitisan dan keartistikan bahasa di sebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisi tersebuat dengan mengunakan :
1) Bahasa figura adalah bahasa yangmenggunakan majas seperti personifikasi , metafora, alegori, pertentangan dan lain-lain sehingga mampu membuat puisi jadi lebih hidup dan bisa memberikan kejelasan gambaranya.
2) Bahasa ambiquitas adalah kata-kata yang memiliki makna ganda dan banyak tafsiran.
3) Kata-kata berjiwa adalah kata-kata yang sudah di berikan suasana tertentu , ada perasaan dan pengalaman sehingga puisi menjadi hidup.
4) Kata- kata yang konotatif adalah kata yang sudah di tambahkan dengan nilai damn rasa.
5) Pengulangan kata yang berfungsi mengintensifkan kata-kata yang sudah di tulis sehingga dapat mengugah perasaan dari si pembaca.
Sumber
- Dg-campus.blogspot.com
- Murdianto.ngeblog.com
- Bunyamingunadarma.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar