tulisan

Rabu, 23 November 2011

Manusia dan keadilan

Nama : apsari swasti pradipta
Kelas : 1PA09
NPM : 11511035


Manusia dan Keadilan
Makna keadilan
Manusia sebagai mahluk yang paling tinggi dengan segala keistimewaan yang di miliki nya dan keistimewaan tidak terdapat pada benda mati.gejala keistimewaan di golongkan menjadi 3 jenis : berdasarkan akal budi, kehendak dan rasa. Rasa dan kehendak ada dalam diri manusia dan menyatu terdiri atas jiwa dan raga yang kemudian yang menjadi sumber kecakapan manusia untuk mengatur hidupnya.manusia berfikir untuk memenuhi hasrat memperoleh pengetahuan juga untuk mencapai suatu kebenaran. Kehendak untuk memenuhi syarat memperoleh hal yang baik , itu menjadi sumber kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan rohani.
Pada dasarnya kodrat manusia sebagai mahluk tuhan yang sifat kodrat yaitu sifat kodrat perseorangan atau di sebut juga mahluk pribadi. Dan kodrat bermasyarakat atau yang di sebut juga mahluk sosial. Kedua sifat kodrat manusia ini disebut sifat kodrat monodualisme manusia. Manusia sebagai mahluk pribadi individu dapat mengatur kehidupan nya sendiri sedangkan manusia sebagai mahluk sosial berhubungan dengan masyarakat luas atau lingkungan sekitar kita sebab manusia tidak bisa tidak berhubungan dengan orang lain terutama berhubungan dengan manusia.
Manusia sebagai mahluk tuhan yaitu hubungan mausia dengan tuhan. Dalam mengatur hubungan dengan tuhan perlu adanya keserasian,kesesuaian dan kesamaan dengan tingkah laku yang baik untuk individu itu sendiri. Kemampuan yang baik dapat berubah menjadi tingkah laku yang adil yang akan menjadi tujuan umat dapat mengatur kehidupan manusia dan dapat menjadi tumpuan dari kehidupan manusia.
Keadilan itu merupakan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban , jika kita mengakui hak hidup kita maka kita wajib mempertahankan hak dan kewajiban nya tanpa merugikan orang lain. Jika kita kita mengakui hak hidup orang lain maka kita harus memberikan kesempatan untuk orang lain dalam hal mempertahankan hak dan kewajiban mereka , jadi keadilan letak pokoknya pada keseimbangan dan keharmonisan.
Kejujuran dan Kebenaran
Kejujuran atau yang orang biasa bilang jujur merupakan perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan hati nurani serta tidak menutupi kenyataan yang sebenarnya . kejujuran dapat menghindarkan dari perbuatan yang di larang oleh tuhan seperti berbohong dan menipu.jujur sama saja dengan menepati janji, kejujuran merupakan perbuatan yang mulia karena tidak ada niat untuk membohongi orang. Oleh sebab itu tuhan sangat menyayangi orang yang bersikap jujur dalam hal apapun sekalipun itu menyakitkan untuk orang lain.
Dari sejak kecil kita di didik untuk bersikap jujur biarpun dengan contoh kecil seperti apabila ingin jajan bilang dulu terhadap orang tua. Itu hanya merupakan contoh kecil dalam keluarga yang di terapkan oleh orang tua untuk menciptakan anak yang sehat dan mampu bersikap jujur. Ketidakjujuran merupakan awal dri kehancuran kehidupan kita karena orang tidak dapat mempercayainya lagi. Kepercayaan merupakan sesuatu yang sangat mahal, sangat sulit untuk di dapatkan karena orang sulit apabila sudah di bohongi maka dari itu kita harus menjadi orang yang jujur. Kebenaran adalah tidak munafik,tidak palsu dalam arti moral yaitu perkataan yang di ucapkan sesuai dengan batinnya.
Kecurangan
Kecurangan identik dengan ketidakjujuran sama saja dengan licik. Meskipun serupa tapi itu merupakan lawan dari kejujuran. Curang adalah tidak sesuai dengan lisan atau perkataan nya. Kecurangan dalam mendapat kesuksesan dengan cara yang tidak wajar, wajar yang di maksud di sini adalah keuntungan yang berupa materi (uang). Mereka yang melakukan kecurangan akan merasa senang padahal orang lain menjadi menderita. Berbuat curang merupakan salah satu sifat buruk. Sifat curang harus di hindari dan di jauhikan agar menjadi manusia yang baik dan di senangi orang.
Kecurangan sering kali di lakukan dalam sebuah kompetisi yang bergengsi namun cara-cara yang di lakukan tidak sesuai karena melanggar tata tertib. Orang yang melakukan kecurangan mampu menang dengan kepuasan tapi orang tersebut tidak menyadari akibat dari perbuatan nya. Akibatnya orang lain akan menjadi kesal dan tidak suka dengan orang tersebut karena suka berbuat curang.
Kesimpulan adalah kecurangan merupakan perbuatan buruk, curang itu sendiri artinya tidak sesuai dengan lisan (perkataan nya). Dan sifat curang itu merupakan bumerang bagi diri kita sendiri dan bisa merugikan orang lain. Sifat buruk itu harus di hindari agar kita menjadi manusia yang baik dan disenangi orang.

Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan hidup semua orang. Nama baik berhubungan erat dengan tingkah laku dan perbuatan. Nama baik itu ada karena seseorang menjadi teladan bagi orang sekitar dan teman-temanya. Hal yang boleh di katakan nama baik atau tidak di lihat dari tingkah lakunya . tingkah laku yang di maksud di sini adalah sopan santun , cara berbahasa, cara bergaul, disiplin pribadi, cara menghadapi orang dan semua perbuatan yang di halalkan oleh agama. Tingkah laku yang baik seharusnya sesuai dengan kodrat manusia yaitu
1) manusia menurut sifatnya merupakan mahluk moral.
2) di buatnya peraturan yang harus di patuhi oleh manusia untuk mewujudkan diri sendiri sebagai patuh moral.
Pemulihan nama baik merupakan penyadaran seseorang dari kesalalahanya bahwa apa yang dia perbuat tidak sesuai dengan moral atau akhlak. Akhlak berasal dari bentuk jamak yang asalnya darai bahasa arab yang terdiri dari kata khuluq dan khalaq oleh karena itu perbuatan manusia harus di sesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.
Ada 3 macam godaan yaitu harta, derajat/pangkat, wanita . kadang ada orang yang terjerumus ke dalam kenistaan yang menimbulkan dosa besar bagi yang melakukanya. Godaan hawa nafsu yang paling sering menjadi masalah manusia karena manusia tidak bisa menahan nafsu atau syahwat terutama pada kaum laki-laki. Laki-laki sering kali tergoda dengan wanita yang menggunakan rok mini atau pakaian seksi padahal dalam agama hal itu sangat di larang oleh agama sebab dapat menimbulkan dosa misalnya jinah mata.
Untuk menghilangkan dosa tersebuat kita harus benar-benar bertobat kepada tuhan untuk memohon ampunan untuk segala dosa yang telah kita perbuat. Namun manusia kerap kali sulit untuk bertobat karena sudah terbawa oleh hawa nafsu yang begitu besar sampai mampu mengalahkan rasa cinta kepada tuhan. Dalam agama di butuhkan seorang pemuka agama seperti ustad untuk menuntun seseorang untuk bertobat dengan sungguh-sungguh, namun tetap niat itu harus timbul dari diri manusia itu sendiri agar benar-benar bertobat.

Sumber : Buku ilmu budaya dasar (Drs. Joko Tri Prasetyo, dkk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar