tulisan
Rabu, 06 November 2013
pengorganisasian struktur manajemen
Nama : Apsari Swasti Pradipta
Kelas : 3PA11
NPM : 11511035
PENGORGANISASIAN STRUKTUR ORGANISASI
a. Pengertian struktur organisasi
Adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Menunjukan adanya pembagian kerja dan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan atau dikoordinasi. Selain dari fungsi struktur organisasi juga mempunyai spesialisasi pekerjaan saluran perintah dan penyampaian laporan.
Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme organisasi diolah. Terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi dan desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan satuan ukuran kerja.
b. Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen meliputi :
1) Struktur formal:
Mengacu pada hubungan formal kekuasaan dan subkoordinasi dalam perusahaan. Focus utama dari organisasi formal adalah posisi karyawan/ manajer memegang. Daya didelegasikan dari tingkat atas menuju ke tingkat bawah. Setiap posisi memilki aturan untuk mengatur apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Ada imbalan dan hukuman untuk mematuhi aturan dan mengerjakan tugas tugas atau pekerjaan dengan baik.
2) Struktur informal
Mengacu pada hubungan pribadi dan sosial yang berkembang secara spontan antara manusia berhubungan satu sama lain. Fokus utama nya adalah karyawan adalah individu. Power berasal dari keanggotan informal dari organiasi.
Contoh kasus struktur organisasi
Banyak organisasi memperkenalkan strategi manajemen talenta dengan menempelkan pada struktur yang sudah ada dalam organisasi. Studi kasus ini menggambarkan pendekatan di mana strategi manajemen talenta menjadi bagian intergral dari struktur organisasi dan menjadi basis bagi pengembangan strateginya. Dalam kasus ini menginginkan secepatnya karyawan bertanggung jawab member laba nyata bagi perusahaan. Apabila berhasil setelah kemampuan karyawan berkembang, perusahaan memberi tanggung jawab yang lebih besar lagi. Falsafah pengembangan tanggung jawab ini digabungkan dengan konsep yang disebut fully burdened profit center. Dalam konsep ini profit center menanggung biaya langsung plus biaya overhead korporat dengan pendapatan yang dihasilkan masing-masing profit center, digunakan untuk menghitung posisi laba rugi bulanan. Hasil kumulatif profit center dalam suatu divisi menghasilkan laba rugi divisi dan kumulatif laba rugi divisi menghasilkan laba rugi grup
Manfaat struktur fungsional dan struktur divisional
Dalam struktur organisasi fungsional , setiap manajer mempunyai spesialiasasi fungsional menggantikan tempat dan peran si pemilik perusahaan. Transisi menuju spesialiasasi ini membutuhkan sebuah perubahan substansial dalam gaya manajemen pimpinan perusahaan. Sebagai organisasi yang menumbuhkan dan mengembangkan sejumlah produk dan pasar yang berkaitan.
Struktur organiasi mempunyai kelemahan dan kelebihan diantaranya :
Kelemahan
- Memyebabkan spesialisasi yang sulit
- Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
- Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang bidang fungsional
Kelebihan
- Efisiensi melalui spesialisasi
- Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
- Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
Struktur divisional Mempunyai kelebihan dan kekurangan diantaranya
Kelebihan :
- Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
- Efisiensi melalui spesifikasi
- Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
Kekurangan
- Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
- Mengakibatkan sulit koordinasi diantara bidang- bidang fungsional
- Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi
Kerugian struktur fungsional dan struktur divisional
Kerugian struktur fungsional :
- Menyebabkan spesialisasi yang sempit
- Mendorong timbulnya persaingan dan pertentangan antar fungsi
- Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang bidang fungsional
Kerugian struktur divisional
- Mengakibatka turunnya komunikasi antar spesialis fungsional
- Sangat berpotensi untuk terjadintya ketidakkonsekuenan antar divisi
- Biaya yang relatif tinggi
Pengertian Actuacting Manajemen
Adalah pengarahan yang merupakan hubungan manusia dengan kepemimpinan yang mengikat bawahan agar tersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya, secara efektif dan efisien bertujuan dengan pencapaian tujuan suatu organiasasi. Didalam pengarahan manajemen, pengarahan ini bersifat kompleks menyangkut manusia dari tingkah lakunya.
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa cara atau prinsip yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan yaitu :
1) Prinsip mengarah kepada tujuan
2) Prinsip keharmonisasi dengan tujuan
3) Prinsip kesatuan komando
Pentingnya actuating manajemen karena sebagai hubungan yang mengikat antara atasan dan bawahan yang bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan lebih efektif dan efisien, tentunya dengan pengarahan dalam hal manajemen.
Sumber :
- http://agungtriwidarto.blogspot.com/2011/03/contoh-studi-kasus-dalam-organisasi.html
- http://rahayu-martiningsih.blogspot.com/2012/03/perbedaan-organisasi-formal-dan.html
- http://sacrificelovely.tumblr.com/
- http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma5309/fproses_certob2.htm
- http://nonvivit.blogspot.com/2013/10/manfaat-struktur-fungsional-dan.html
- http://ochaamenfreak.blogspot.com/2013/10/pengorganisasian-struktur-manajemen.html
- http://passriograzio.blogspot.com/2012/03/actuating-dalam-manajemen.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar