tulisan
Jumat, 03 Mei 2013
tawuran pelajar
Tawuran antar pelajar
Tawuran antar pelajar banyak terjadi di jakarta yang awalnya hanya masalah kecil kemudian ada orang memprovokasi dan menjadi emosi , mengajak masa untuk menyerang orang yang telah membuat masalah padahal masalah nya kecil bisa di selesaikan dengan bicara baik baik. Karena ada orang yang memanfaatkan tawuran untuk kepentingan pribadi , maka tawuran sulit untuk di hindari dan banyak jatuh korban terutama anak anak sekolah tingkat menengah atau SMA.
Tawuran pelajar merupakan perilaku menyimpang dan perilaku anti sosial.
A. Pengertian perilaku menyimpang
Beberapa tokoh mendefinisikan perilaku menyimpang diantaranya :
a. James vander zanden menyebutkan bahwa perilaku menyimpang dalah perilaku yang oleh sejumlah orang di anggap sebagai hal tercela dan berada di luar batas toleransi.
b. Bruce j. Cohen mengemukakan bahwa perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak bisa berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu.
c. Robert M.Z Lawang mengemukakan bahwa perilak menyimpang adalah tindakan menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki perilaku tersebut.
Faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang terjadi :
Ada 2 faktor yaitu :
a. faktor internal : faktor yang berasal dari dalam diri sendiri (sifat pembawaan sejak lahir)
b. faktor external : faktor yang berasal dari luar atau lingkungan.
Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya perilaku menyimpang diantaranya:
• Sikap mental yang tidak sehat
Tidak mempunyai sikap rasa bersalah/tidak menyesal dianggap oleh masyarakat perilaku menyimpang. Contohnya : profesi sebagai wanita malam/pelacur dan rentenir.
• Ketidakharmonisan dalam keluarga
Hubungan yang tidak baik di dalam keluarga atau disharmonisasi. Contohnya anak yang ibu bapaknya bercerai menjadi anak broken home.
• Pelampiasan rasa kecewa
Kegagalan terhadap suatu keinginan dapat menyebabkan muncul nya perilaku yang menyimpang. Contoh : mengkonsumsi narkoba dan bunuh diri.
• Dorongan kebutuhan ekonomi
Kemiskinan yang membuat seseorang tidak mampu memenuhi keinginan/kebutuhan sehingga melakukan perilaku menyimpang. Contoh : mencuri, merampok dan melacurkan dirinya.
• Pengaruh lingkungan dan media massa
Lingkungan yang baik tentunya akan membuat seseorang melakukan perilaku yang sesuai namun jika sebaliknya lingkungan tersebut tidak baik maka akan membuat timbulnya perilaku yang menyimpang.
Penyimpangan memiliki 2 sifat yaitu :
- Penyimpangan positif : penyimpangan yang bersiat terarah pada nilai nilai sosial yang ideal meskipun tindakan yang di lakukan terlihat menyimpang. Dapat di katakatan penyimpangan yang postif jika dalam upaya upaya mencapai suatu tujuan misalnya merealisasikan cita-cita dengan berusaha.
- Penyimpangan negatif : penyimpangan yang bersifat buruk dan kecendrungan nya tindakan yang di lakukan oleh individu mengarah kepada yang norma-norma di masyarakat. Biasanya hukuman yang di berikan masyarakat ialah dikucilkan dari masyarakat.
Apakah tawuran pelajar termasuk kedalam penyimpangan individu atau kelompok ?
Penyimpangan menurut pelakunya di bagi kedalam 3 bagaian :
1. penyimpangan individu
Tindakan yang telah menyimpang dari norma-norma yang telah ada. Perilaku yang dilakukan sendiri tanpa adanya rencana untuk melakukan kejahatan.
2. penyimpangan kelompok
Tindakan yang di lakukan tentunya secara berkelompok dan tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma-norma yang sudah mapan didalam masyarakat.
3. penyimpangan campuran
Penyimpangan ini di lakukan oleh kelompok golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapih sehingga individu patuh kepada norma golongan dan mengabaikan norma yang sebenarnya.
sumber :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang
- Priyono,titi.(2006). sosiolologi. Jakarta : Yudishtira
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar