tulisan
Senin, 20 Mei 2013
Seperti remaja yang kehilangan pendengarannya
Seperti remaja yang kehilangan pendengarannya
Seringkali orang tua berbicara kepada remaja tidak memikirkan perasaan nya secara tidak sadar orang tua menyakiti hati remaja yang baru mengenal dunia nya . menurut saya salah satu hambatan mengapa anak sering bertengkar karena komunikasi yang kurang sehingga si anak merasa dirinya tak berharga salah satu contohnya mengapa anak tidak mau bercerita tentang apa yang dialami dan dirasakan kapada orang tuanya karena di saat anak tersebut ingin mencurahkan isi hatinya kepada orang tua sudah lebih dahulu bereaksi negatif dan memberi meraka ceramah/ocehan yang membuat anak merasa nyaman dan tidak memiliki kesempatan untuk menceritakan juga ada rasa takut akan di marahi.
Seringkali ada orang tua yang memarahi anaknya karena anaknya lebih mau bercerita kepada teman teman nya dari pada kepada orang tuanya, jangan di salahkan belom tentu anak itu selalu salah. Coba di flash back apakah kita sebagai orang tua sudah mampu menjadi pendengar yang baik bagi anak kita sendiri. Jika belom belajar menjadi orang tua yang mampu masuk ke dunia anak sehingga kita tau bagaimana cara memperlakukan anak secara baik tanpa menyakitkan perasaannya.
Mendidik anak memang tak mudah tapi jika kita bisa memahami anak kita , kita pun mampu mengetahui cara untuk menghadapi nya tidak lah sulit jika ada komunikasi yang baik dan intensitas bertemu dengan orang tua yang kurang juga faktor terjadinya konflik dalam keluarga maka dari itu harus bisa menyempatkan diri untuk bersama sama dengan anak dalam satu waktu yang membuat anak merasa nyaman dan merasa di sayang. Misalnya ajak anak ketempat yang mereka sukai agar mood yang muncul mood yang senang .
Minggu, 19 Mei 2013
KONFLIK ANAK DAN ORANG TUA
KONFLIK ANAK DAN ORANG TUA
Konflik seringkali terjadi di dalam lingkungan keluarga salah satunya anak ibu dan anak . masalah nya biasanya hanya kesalah pahaman yang menyebabkan konflik akibatnya hubungan menjadi renggang. Ketika anak marah dan orang tua pun lebih marah anak akan merasa berada di luar dunia nya menjadi asing . anak akan menjadi semakin bersikap keras . seharusnya di saat anak marah orang tua lebih bisa menstabilkan marah si anak agar tidak menjadi konflik berkepanjangan di dalam keluarga. Anak marah maka ia belajar mengungkapkan apa yang di rasakan lewat sikap yang di tunjukan , peran orang tua ialah mengoptimalkan emosi anak agar tetap terkontrol dan stabil sehingga marah si anak tersalurkan dengan baik . karena tidak selamanya orang tua selalu benar dan anak pun selalu salah.
Konflik di turunkan dengan bicara dari hati ke hati kemudian akan menemukan pokok masalah serta solusi yang tepat . jika konflik belum juga reda biarkan konflik sediki menurun intensitasnya baru kemudian dibicarakan lagi antar pihak yang berkonflik jika perl di lakukan mediasi dengan menggunakan pihak ke3.
Orang tua sebagai figur otoritas harus nya lebih mengerti anak karena beliau adalah orang yang mengurus kita sejak kecil sampai sekarang dan harus lebih bisa memahami anaknya dengan cara yang lebih baik dan lebih mudah di terima namun memberitahu jika salah tidak dengan cara menjudge anak jelek atau dengan kata kata yang membuat down . jika membuat down maka akan berimbas dalam kehidupan nya misalnya dalam belajar akan menjadi malas , akan sulit bersosialisasi, menjadi tertutup dengan lingkungan bermain nya.
Komunikasi antar orang tua dan anak itu penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan adanya kerenggangan hubungan yang tidak seharusnya tidak terjadi . orang tua yang baik mampu menjadi teman , sahabat , figur otoritas yang mampu membuat anak nyaman bercerita tentang hari harinya dengan orang tua bukan dengan teman yang notabene hanya sementara .
Jumat, 03 Mei 2013
tawuran pelajar
Tawuran antar pelajar
Tawuran antar pelajar banyak terjadi di jakarta yang awalnya hanya masalah kecil kemudian ada orang memprovokasi dan menjadi emosi , mengajak masa untuk menyerang orang yang telah membuat masalah padahal masalah nya kecil bisa di selesaikan dengan bicara baik baik. Karena ada orang yang memanfaatkan tawuran untuk kepentingan pribadi , maka tawuran sulit untuk di hindari dan banyak jatuh korban terutama anak anak sekolah tingkat menengah atau SMA.
Tawuran pelajar merupakan perilaku menyimpang dan perilaku anti sosial.
A. Pengertian perilaku menyimpang
Beberapa tokoh mendefinisikan perilaku menyimpang diantaranya :
a. James vander zanden menyebutkan bahwa perilaku menyimpang dalah perilaku yang oleh sejumlah orang di anggap sebagai hal tercela dan berada di luar batas toleransi.
b. Bruce j. Cohen mengemukakan bahwa perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak bisa berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu.
c. Robert M.Z Lawang mengemukakan bahwa perilak menyimpang adalah tindakan menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki perilaku tersebut.
Faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang terjadi :
Ada 2 faktor yaitu :
a. faktor internal : faktor yang berasal dari dalam diri sendiri (sifat pembawaan sejak lahir)
b. faktor external : faktor yang berasal dari luar atau lingkungan.
Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya perilaku menyimpang diantaranya:
• Sikap mental yang tidak sehat
Tidak mempunyai sikap rasa bersalah/tidak menyesal dianggap oleh masyarakat perilaku menyimpang. Contohnya : profesi sebagai wanita malam/pelacur dan rentenir.
• Ketidakharmonisan dalam keluarga
Hubungan yang tidak baik di dalam keluarga atau disharmonisasi. Contohnya anak yang ibu bapaknya bercerai menjadi anak broken home.
• Pelampiasan rasa kecewa
Kegagalan terhadap suatu keinginan dapat menyebabkan muncul nya perilaku yang menyimpang. Contoh : mengkonsumsi narkoba dan bunuh diri.
• Dorongan kebutuhan ekonomi
Kemiskinan yang membuat seseorang tidak mampu memenuhi keinginan/kebutuhan sehingga melakukan perilaku menyimpang. Contoh : mencuri, merampok dan melacurkan dirinya.
• Pengaruh lingkungan dan media massa
Lingkungan yang baik tentunya akan membuat seseorang melakukan perilaku yang sesuai namun jika sebaliknya lingkungan tersebut tidak baik maka akan membuat timbulnya perilaku yang menyimpang.
Penyimpangan memiliki 2 sifat yaitu :
- Penyimpangan positif : penyimpangan yang bersiat terarah pada nilai nilai sosial yang ideal meskipun tindakan yang di lakukan terlihat menyimpang. Dapat di katakatan penyimpangan yang postif jika dalam upaya upaya mencapai suatu tujuan misalnya merealisasikan cita-cita dengan berusaha.
- Penyimpangan negatif : penyimpangan yang bersifat buruk dan kecendrungan nya tindakan yang di lakukan oleh individu mengarah kepada yang norma-norma di masyarakat. Biasanya hukuman yang di berikan masyarakat ialah dikucilkan dari masyarakat.
Apakah tawuran pelajar termasuk kedalam penyimpangan individu atau kelompok ?
Penyimpangan menurut pelakunya di bagi kedalam 3 bagaian :
1. penyimpangan individu
Tindakan yang telah menyimpang dari norma-norma yang telah ada. Perilaku yang dilakukan sendiri tanpa adanya rencana untuk melakukan kejahatan.
2. penyimpangan kelompok
Tindakan yang di lakukan tentunya secara berkelompok dan tunduk pada norma kelompok yang bertentangan dengan norma-norma yang sudah mapan didalam masyarakat.
3. penyimpangan campuran
Penyimpangan ini di lakukan oleh kelompok golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapih sehingga individu patuh kepada norma golongan dan mengabaikan norma yang sebenarnya.
sumber :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang
- Priyono,titi.(2006). sosiolologi. Jakarta : Yudishtira
Langganan:
Komentar (Atom)