tulisan

Sabtu, 26 April 2014

Tehnik konseling

A.    Terapi  Humanistik Eksistensial
a.       Konsep dasar pandangan  humanistik eksistensial tentang kepribadian
Pandangan tentang sifat manusia. Pendekatan yang digunakan adalah menekankan pemahaman atas manusia alih-alih untuk suatu sistem atau tehnik-tehnik yang digunakan untuk mempengaruhi klien.
Konsep utama dari pendekatan eksistensial yang membentuk landasan terapi ini :
1.      Kesadaran diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berfikir dan memutuskan.
2.      Kebabasan, tanggung jawab, dan kecemasan
Kesadaran atas kebebasan dan tanggung jawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi dasar atribut pada manusia. Kecemasan eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas mungkin yang tak terhindarkan untuk mati.
3.      Penciptaan makna
Manusia berusaha untuk menemukan tujuan hiduo dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupannya.
b.      Unsur-unsur terapi
Munculnya gangguan ketika klien merasa tidak sanggup menyelesaikan masalahnya. Tujuan terapi adalah meluaskan kesadaran diri klien dan karena meningkatkan kesanggupan pilihannya yakni menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya. Peran terapis yaitu membantu klien agar menyadari keberadaanya dalam dunia. Ini adalah saat ketika klien melihat dirinya sebagai orang yang terancam, yang hadir di dunia yang mengancam dan sebagai subjek yang memiliki dunia.
c.       Tehnik-tehnik terapi humanistik eksistensial
Terapi meningkatkan kesadaran terhadap dunia luar. Selain itu menggunakan terapi gestalt dan terapi transaksional.


B.     Client Centered Therapy
a.       Konsep dasar tentang pandangan rogers mengenai kepribadian
Rogers memandang manusia sebagai individu yang tersosialisasi dan bergerak ke depan serta memiliki kebaikan yang positif. Dengan asumsi manusia bersifat kooperatif dan dapat dipercaya.
b.      Unsur-unsur terapi
Munculnya gangguan ketika seorang individu merasa tidak nyaman dengan dunia nya dikarenakan tidak dapat menyelesaikan permasalahannya hingga tuntas. Tujuannya adalah menyelesaikan problematika dan membantu klien dalam proses pertumbuhannya agar dapat lebih bisa menanggani permasalahan yang ada dimasa depan. Peran terapis adalah membantu klien dalam proses menyelesaikan permasalahan serta membantu dalam proses pertumbuhannya agar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di masa depan.
c.       Tehnik terapi 
Mengkomunikasikan acceptance, understanding dan mengusahakan klien agar konselor menggembangkan internal frame of reference dengan cara mengikuti pikiran dan perasaan klien.

C.     Logoterapi
a.       Konsep dasar logoterapi tentang kepribadian
1.      Kebebasan bersikap dan berkehendak
Manusia tidak sepenuhnya dikonsisikan dan ditentukan oleh lingkungan, namun dirinya yang dapat lebih menentukan apa yang akan dilakukan dengan kondisinya. Dengan kata lain manusia itu sendiri yang dapat menentukan kemana arah hidupnya.
2.      Kehendak untuk hidup bermakna
Menurut frankl pada manusia terdapat motivasi utama untuk mencari  menemukan dan memenuhi tujan dan arti hidupnya.
3.      Makna hidup
Makna hidup bersifat unik, personal sehingga masing masing orang mempunyai makna hidup yang khas dan dengan cara penghayatan yang berbeda beda antar pribadi satu dengan yang lainnya.
b.      Unsur unsur terapi
Munculnya gangguan ketika seseorang kehilangan makna hidup di dalam dirinya. Logoterapi membuat pasien menyadari secara tanggungjawab dirinya dan memberinya kesempatan untuk memilih, untuk apa, atau kepada siapa dia merasa bertanggungjawab. Peran terapis adalah memberikan kesempatan kepada klien untuk dapat memilih apa yang baik untuk dirinya.
c.       Tehnik Logoterapi
Dengan menggunakan pendekatan klinis, tehniknya yaitu intense paradoksal yang mampu menyelesaikan lingkaran neurotis yaitu terkait dengan kecemasan. Intense paradoksal adalah Keiginan pada sesuatu yang ditakuti.


DAFTAR PUSTAKA
-          Latipun. 2008. Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.