tulisan
Minggu, 22 Desember 2013
mengendalikan fungsi manajemen (controlling)
Mengendalikan fungsi manajemen
Pengertian controlling di dalam bahasa Indonesia dapat ditafsirkan sebagi pengawasan, controlling bisa juga diartikan juga sebagai pengendalian diartikan oleh sebagian masyarakat sebagai usaha yang dilakukan manajemen dalam bentuk pengawasan. Padahal fungsi dari pengawasan sebetulnya ialah sebagai kegiatan untuk mengadakan perbaikan bila hasil atau jasa yang sudah distandarisasi tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Dimana standarisasi merupakan proses awal sebagai perencanaan dan standar juga harus dapat dipercayai sebagai dasar yang digunakan untuk mengevaluasi. Beberapa pengertian dari beberapa tokoh:
a. George R. Terry
Pengawasan adalah penentuan apa yang telah dicapai, mengadakan evaluasi atasannya, dan mengambil tindakan tindakan korektif, bila diperlukan untuk menjamin agar hasilnya sesuai dengan rencana
b. Newman
Pengawasan adalah salah satu usah untuk menjamin agar pelaksanaan sesuai dengan rencana
c. Henry fayol
Pengawasan terdiri dengan maksud untuk memperbaikinya dan mencegah terulang kembali.
d. Soejanto
Adalah segala kegiatan untuk mengetahui sasaran obyek yang diperiksa.
Langkah langkah dalam fungsi manajemen
Dalam proses manajemen dibutuhkan langkah langkah sebagai berikut :
1. Menentukan standar standar yang dijadikan sebagai dasar pengendalian
2. Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai.
3. Menentukan hasil dan melihat penyimpangan apa saja yang terjadi
4. Melakukan tindakan jika memang terjadi penyimpangan agar sesuai dengan tujuan awal dari pelaksanaan.
Tipe tipe control dalam manajemen terdiri dari 4 tipe :
1. Pengendalian dari dalam organisasi (control internal)
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh aparat/unit yang dibentuk dari dalam oragnisasi yang berfungsi untuk mencari infromasi dan mengumpulkan data yang diperlukan oleh pemimpin untuk mengambil suatu tindakan korektif dan melihat kemajuan dan kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan.
2. Pengendalian luar (control external)
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh aparat/unit pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen( lembaga pemerintahan laiinya) atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar ditunjuk oleh organisasi.
3. Pengendalian preventif
Pengendalian yang dilakukan sebelum rencana dilaksanakan yang bertujuan untuk mrncegah terjadinya kesalahan.
4. Pengendalian represif
Pengendalian yang dilakukan yang dilakukan setelah pelaksanaan pekerjaan. Dilakukan represif karena menjamin kelangsungan pelaksanaan agar hasil pekerjaan nya tidak menyimpang dari yang telah direncanakan.
Proses control manajemen
Dalam proses pengedalian yang sebaiknya formal akan tetepai memliki sifat pengendalian informal namun masih banyak yang digunakan dalam proses pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen formal merupakan tahap tahap yang tentunya berkaitan satu sama lain terdiri dri beberapa proses , diantanya sebagai berikut :
1. Pemograman
Perusahaan membuat program-program yang dilaksanakan dan memperkiran sumber daya yang dialokasikan disetiap programnya.
2. Penganggaran
Pelaksaan dilaksanakan secara terperinci dinyatakan dalam satu moneter atau penetapan anggaran setiap tahunnya.
3. Operasi dan akuntansi
Dalam tahapan ini dilakukan pencatatan mengenai sumber daya yang digunakan serta apa saja hasil hasil yang telah dihasilkan. Catatan serta biaya biaya dimasukan kedalam program yang ditetapkan dan pusat pusat penanggung jawab.
4. Laporan dan analisis
Tahap penutupan suatu siklus dari proses pengendalian manajemen dimana data harus dapat dipertanggungjawabkan dengan perhitungan akuntansi.
Kekuasaan dan pengaruh
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia dalam mempengaruhi tingkah laku seseorang menjadi sedemikian rupa sehingga tingkah laku nya menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memilki kuasa. Kuasa artinya mendominasi.
Sumber sumber kekuasaan
Seseorang memiliki sesuatu tentunya mempunyai sumber begitu juga kekuasaan memiliki sumber darimana kekuasaan itu bisa didapatkan oleh seseorang. Kekuasaan berasal dari kepercayaan, perilaku yang ditunjukan terutama dalam mengambil keputusan contohnya memecat karyawan.sumber sumber kepercayaan harus dilengkapi dengan keterampilan, waktu, minat serta perhatian.
Unsur unsur kekuasaan terdiri dari 3 bagian yaitu :
1. Kemampuan, kekuatan serta kepemimpinan
2. Kemauan serta keingjnan dari seseorang dalam membaca situasi hubungan social
3. Wujudnya ialah keputusan yang membatasi atau memperluas alternative dalam bertindak.
Bentuk bentuk kekuasaan menurut French dan raver
Menurut French dan raver, (dalam agus) mengidentifikasikan ada 5 jenis kekuasaan yang mungkin dimiliki oleh pemimpin antara lain:
1. Kekuasaan ganjaran
Kekuasaan yang didasarkan atas pemberian harapan, pujian dan penghargaan bagi terpenuhinya permintaan seorang pemimpin oleh bawahanya.
2. Kekuasaan paksaan
Kekuasaan yang didasarkan oleh rasa takut tidak dapat memenuhi permintaan atas sehingga jika gagal akan mendapatkan hukuman.
3. Kekuasaan legal
Kekuasaan yang didapatkan secara sah karena posisi seseorang dalam kelompok.
4. Kekuasaan keahlian
Kekuasaan yang didasarkan oleh keterampilan khusus, keahlian serta pengetahuan yang dimiliki oleh pemimpin dan kemampuan serta keahlian dianggap relevan serta memiliki kelebihan tersendiri.
5. Kekuasaan acuan
Kekuasaan yang didasrkan oleh daya tarik yang dimilki pemimpin, dimana seorang pemimpin dikagumi oleh bawahannya karena memilki ciri khas tersendiri yang membuat bawahannya mengikuti semua perintah dan diterima secara mutlak dan sepenuhnya, yang sering disebut charisma.
Sumber :
Soekidjo,Notoatmodjo. (2009). Pengembangan sumber daya manusia. Jakarta : PT. rineka citra
http://winsamodra.blogspot.com/2012/02/pengertian-planning-organizing.html
http://suparman-parmen.blogspot.com/2013/10/mengendalikan-fungsi-manajemen.html
http://donar1.blogspot.com/2013/04/kekuasaan.html
http://www.academia.edu/3771258/31010-10-362690505737
Langganan:
Komentar (Atom)